Kursor Blog

Sabtu, 24 Januari 2015

Mutiara dan Faidah Surat Al-Fatihah



Rasul SAW, beliau tidak pernah diperintahkan oleh Allah SWT, untuk meminta tambahan kecuali dalam satu hal, kalau kita minta tambahan rizki, mungkin sudah punya rumah minta tambahan rumah, sudah punya satu toko doanya kepingin tokonya tambah,

Rasul SAW, diperintahkan untuk minta satu tambahan dan satu tambahan itu adalah Al Ilmu, (ilmu). Allah mengatakan waqull robbi zidni ilman, katakan Muhammad, wahai Rabb ku tambahkan kepada aku ilmu, karna memang dengan ilmu kita tahu mana yang haq dan mana yang batil, dengan ilmu kita dapat membedakan antara racun dan madu, dengan ilmu kita dapat membedakan mana yang pahalanya sepuluh dan mana yang pahalanya seratus.

Dan Nabi kita SAW. Setiap pagi beliau berdo’a, habis shubuh, beliau memohon kepada Allah SWT,
Allohumma inni asaluka ‘ilman nafia’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqob bala.

Subhanallah… coba kita perhatikan, doa yang dipanjatkan oleh Nabi kita SAW, yang pertama beliau minta adalah ilman nafi’an, ilmu yang bermanfaat.
Bukan sembarang ilmu, karna banyak orang berilmu tapi ilmunya laa yanfa’, ngak ada faedahnya.
Ada orang tambah ilmu tambah jauh dari Allah SWT.
Ada orang banyak ilmunya, banyak buku yang dibaca tapi ternyata tidak ada pengaruh pada diri dan keluarganya, maka yang Rasul minta adalah ilman nafia’an.

Setelah dapat ilmu, apa yang diminta Rasul SAW. Wa rizkon thoyyiban, karna kita hidup di dunia, kita tidak hidup diakhirat, yang namanya hidup itu butuh cost, butuh biaya, butuh makan, butuh makan buat keluarga kita, Rasul pun butuh itu, maka Rasul minta kepada Allah SWT setelah memohon ilmu, yang dapat membimbingnya kepada jalan yang haq, Rasul meminta rizqon, tapi tidak sembarangan rizqi, orang banyak dapatkan rizqi, duitnya numpuk, Rasul tidak minta itu, Rasul minta thoyyiban, yang thoyyib, yang halal, yang baik dan itu yang seharusnya kita pinta.

Dan yang ketiga, subhanalloh… sudah dapat ilmu, dapat rizqi, apa yang harus diminta?
Rasul memohon kepada Allah, wa ‘amalan mutaqobbala, dan ini, amal yang diterima. Amal yang diterima adalah buah dari ilmu kita, orang yang dapat ilmu tapi ngak diamalkan, ngak ada faedahnya buat dia.

Dan kita juga meminta pertolongan kepada Allah dalam do’a ini, supaya kita dibantu bisa beramal. Karna yang dapat membantu kita cuma Allah SWT. Maka cobalah, setiap hari kita mengamalkan do’a ini, pagi dan sore, Allohumma inni asaluka ‘ilman nafia’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqob bala.

Ada satu ilmu, tentang sebuah surat yang paling agung, yang paling mulia yang berada didalam Al Qur’anul karim.
Al Qur’anul karim, terdiri dari berapa surat?
114 surat,
yang paling mulia diantara 114 surat ini adalah?
Suratul Fatihah,

Dia yang disebut Al Kafiyah, dia yang disebut yang mencukupi. Orang shalat, Allahu akbar, dia baca Al Baqarah sampai Annas, terus ruku’, syah sholatnya?
Bayangkan, yang dibaca itu 113 surat, baca alif lam mim sampai sebelum subuh dia baca qul a’udzu birob bin nas, malikin nas, ilahin nas, min syarril waswasil khon nas, alladzi yuwas wisufi sudhu rinnas, minal jinnati wan nas. Syah ngak sholatnya? Baca 113 surat jama’ah. Kenapa? Karna ini satu surat yang disebut Al Kafiyah yang disebut mencukupi itu ngak dibaca. La sholata liman lamyaqro’ bi fatihatil kitab, ngak syah sholatnya, orang yang ngak baca Al Fatihah.

Ada apa dengan surat Al Fatihah ini?

Al Fatihah juga disebut As Syafiyah, yang dapat menyembuhkan. Bagaiman kisah Abdullah bin Mas’ud, dia meruqyah itu pemimpin satu suku yang disengat ular atau kalajengking, di ruqyah dengan Al Fatihah sembuh. Dan kita jika dengar satu keutamaan dari Rosul SAW kita amalkan. Anak kita sakit, kakinya sakit ya Allah.. bacain Al Fatihah, bismillahi rokhmanirrokhim, Alhamdulillah... mudah-mudahan sembuh. Anaknya sakit ribut mau kedokter dulu, ya… kedokter tafadhol. Tapi yang bisa kita lakukan kita amalkan. Mudah-mudahan Alloh sembuhkan dengan Al Fatihah itu. Dan itu surat yang paling utama sebagaiman disebutkan dalam hadits-hadits bukhori muslim.

Coba kita lihat, Abu Hurairah radhiallahu ta’ala anhu, dia meriwayatkan dari Rasul SAW. Kolallohu ta’ala, Nabi mengatakan Allah berfirman, dalam hadits riwayat muslim, hadits ini disebut hadits?
Hadits yang diriwayatkan dari nabi, nabi meriwayatkan dari Allah disebut hadits?
Qutsi.
Kolallohu ta’ala, Alloh berfirman, kata Rasul, wasamtus sholata baini wa bainal abdi au baina abdinis bain,
kata Allah, aku bagi shalat ini antara aku dan hambaku dua bagian, maksudnya shalat disini adalah surat Al Fatihah itu, fa idzaqola abdi alhamdulillahirobbil ‘alamin, apabila hambaKu mengatakan alhamdulillahirobbil ‘alamin maka Alloh berkata hamidani abdi, hambaKu memujiKu, kata Allah. Ia, waidza qola, arrokhma nirrokhim, apabila hambaKu mengatakan arrokhma nirrokhim, Alloh mengatakan atsna ‘alayya abdi, hambaKu memujaKu, dia sebut nama-namaKu. Wa idzaqola, maliki yaumiddin, apa bila hambaku mengatakan maliki yaumiddin, pemiliknya hari pembalasan, rajanya hari pembalasan, Allah mengatakan majjadani abdi, hambaKu mengagungkanKu, ia memuji, memuja dan mengagungkanKu, wa idza qola, iyyakana’budu wa iyyakanas ta’in, hadza baini wa baina abdi, wali abdi masa al, ini antara Aku dengan hambaKu.
Disini bagiannya, tiga ayat pertama itu adalah untuk Allah SWT yang isinya pujian, pujaan dan pengagungan Allah SWT. Dan setelah itu permohonan hamba. Hamba mengatakan iyya kana’bud wa iyya kanas ta’in, hadza baini wa baina abdinih, separuhnya punya hambaku separuhnya punya Aku, kepadaMu kita beribadah. Ingat, setiap sholat kita itu berdialog dengan Allah, kita mengatakan iyya kana’bud ya Allah.. kepadaMu ya Allah, bukan kepada yang lainnya kami beribadah, wa iyyakanasta’in, dan separuhnya iyya kanasta’in kami mohon ampunan hanya kepadaMu, kepadaMu kami hanya memohon pertolongan dan bantuan. Kemudian ihdinash shiritol mustaqim, ini yang milik kita, ya Allah tunjukan kepada kami jalan yang lurus, ya jalan yang lurus ini salah satunya dengan belajar, dengan kita mengetahui.

Kita memohon kepada Allah ihdinash shirothol mustaqim, supaya kita tetap berada diatas hidayah Allah, diatas agama Allah ini, sampai kita mati. Karna kita tidak tahu, bagaimana tatkala malakul maut, ketika malaikat pencabut nyawa itu datang mencabut nyawa kita apakah tatkala itu kita masih dapat mengatakan laa illahaillalloh ngak tau kita, maka seorang mu’min tetap dalam do’anya dia memohon kepada Allah SWT.
Ihdinash shirotol mustaqim, sirotol ladzina an amta alihim
ya.. jalan yang lurus,
jalannya siapa?
Jalannya orang-orang yang engkau beri ni’mat Allah, ghoiril maghdhubi ‘alaihim wa ladh dhollin, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai Allah, siapa orang ini yang dimurkai Allah?
Yang dimurkai Allah adalah orang yang mengetahui kebenaran kemudian dia tidak mengamalkannya, dan dalam ayat ini para ulama’ sebagaimana menafsirkan adalah orang-orang yahudi, orang-orang yahudi tau dengan kebenaran, dia tau akan keluarnya seorang Nabi dari kota mekkah dan tempat hijrahnya kota madinah, mereka tau, tapi mereka tidak beriman. wa ladh dhollin, dan kita juga memohon kepada Allah ditunjukin jalan yang lurus, bukan jalannya orang yang dimurkai dan bukan jalannya orang-orang yang tersesat, orang tersesat itu yang tidak tahu, tidak punya ilmu, ya dia pikirnya bener ya dia jalan terus.

Maka ingat, usahakan kita dari surat Al Fatihah ini kita menghayatinya tatkala kita shalat, tatkala kita mengatakan iyya kana’bud, ternyata kita bisa langsung minta sama Allah, siapapun orangnya, apapun kedudukannya, bagaimana pangkatnya, kalau dia mau ada perlu sama Allah dia bisa mengatakan, ya Allah!
Dia bisa ambil wudhu, dia bisa menghadap ke kiblat mengatakan iyya kana’bud wa iyyakanas ta’in, kepadaMu kami beribadah ya Allah, dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan, tidak kepada siapa-siapa.
Dan in sya allah segala problematika yang kita hadapi akan selesai. Rasul, jika ada masalah kemana?
A’isa menyatakan idza hadzabahu amrun laji’a ila sholah, enggak lari kerumah temannya, ngak lari kerumah… yah mungkin orang-orang yang berpangkat, dia laji’a ila sholah, dia berangkat mengadukan permasalahannya kepada pencipta langit dan bumi. Kepada Alloh jalla jalaluh yang kalau dia akan menyelesaikan masalah hamba, hanya berucap! Kun fayakun.

Maka seharusnya tatkala problematika menghadang jalan kita, di keluarga kita, dikerjaan kita, laji’a ila sholah, shalat lah. Adukan sama Allah apa yang akan kita adukan. Dan Allah itu tidak pernah bosan di adui, tidak pernah bosan mendengar rintihan hambanya, bahkan Allah suka kepada orang-orang yang suka merintih kepadanya. Allah mengatakan, ud’uni astajib lakum, minta sama Aku, kata Allah, aku jawab kalian.

Maka ingat, dalam surat Al Fatihah ini mengandung banyak sekali faedah. Kita sudah bertahun-tahun membacanya, tapi kita teruslah diulang, dibaca tafsirnya,  dimaknai, dihayati, direnungi, in sya Allah,  Allah  jalla jalaluh akan menerima shalat kita.

Karna kata Rasul SAW. Dalam hadits riwayat tabroni, wa syeikh Hasan Al Bani Rasul mengatakan,

inna rojula la yusholli sholata sittina sanah walam tukballahu sholah,

ada orang yang sholat selama 60 tahun tapi sholatnya ngak ada yang diterima,

la ilaha illallah… kita harus tahu, seorang mu’min itu sebagaimana kata Hasan Al Basri bainal ihsan wa makhoffah, dia berbuat baik sudah sama Allah tapi dia takut ngak diterima, dan itulah seorang mu’min.
Adapun orang munafiq mengumpulkan antara isa’a wa amman, dia merasa amanlah gampang itu dosa, saya sudah sholat !

subhanallah… kita takut shalat kita ngak diterima, dan Rasul menyebutkan dalam hadits Tabroni itu, sholat 60 tahun, rukuk, sujud, wudhu, Allohuakbar…
ada apa sama orang ini.
Rasul mengatakan yutimmu ruku’ahu wa la yutimmu sujudahu, ruku’nya sempurna, sujudnya ngak sempurna, sujudnya sempurna, ruku’nya ngak sempurna, jadi sholatnya belum bener. Maka mudah-mudahan kita dikasih ilmu yang bermanfaat pada kesempatan ini, keluar dari sini mudah-mudahan kita bisa mengamalkan, dan pulang sampai rumah mudah-mudahan dapat rizqi yang thoyyib.


Tidak ada komentar: