Rasul SAW, beliau tidak
pernah diperintahkan oleh Allah SWT, untuk meminta
tambahan kecuali dalam satu hal, kalau kita minta tambahan rizki, mungkin sudah
punya rumah minta tambahan rumah, sudah punya satu toko doanya kepingin tokonya
tambah,
Rasul SAW, diperintahkan
untuk minta satu tambahan dan satu tambahan itu adalah Al Ilmu, (ilmu). Allah mengatakan
waqull robbi zidni ilman, katakan Muhammad, wahai Rabb ku
tambahkan kepada aku ilmu, karna memang dengan ilmu kita tahu mana yang haq dan
mana yang batil, dengan ilmu kita dapat membedakan antara racun dan madu, dengan
ilmu kita dapat membedakan mana yang pahalanya sepuluh dan mana yang pahalanya
seratus.
Dan Nabi kita SAW. Setiap pagi beliau berdo’a, habis shubuh, beliau
memohon kepada Allah SWT,
Allohumma inni asaluka ‘ilman
nafia’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqob bala.
Subhanallah… coba kita perhatikan, doa yang dipanjatkan oleh Nabi kita SAW, yang pertama
beliau minta adalah ilman nafi’an, ilmu yang bermanfaat.
Bukan sembarang ilmu, karna
banyak orang berilmu tapi ilmunya laa yanfa’, ngak ada faedahnya.
Ada orang tambah ilmu tambah
jauh dari Allah SWT.
Ada orang banyak ilmunya,
banyak buku yang dibaca tapi ternyata tidak ada pengaruh pada diri dan
keluarganya, maka yang Rasul minta adalah ilman nafia’an.
Setelah dapat ilmu, apa yang
diminta Rasul SAW. Wa rizkon thoyyiban, karna kita hidup di dunia, kita tidak
hidup diakhirat, yang namanya hidup itu butuh cost, butuh biaya, butuh makan, butuh
makan buat keluarga kita, Rasul pun butuh itu, maka Rasul minta kepada Allah SWT setelah memohon ilmu, yang dapat membimbingnya kepada jalan yang haq,
Rasul meminta rizqon, tapi tidak sembarangan rizqi, orang
banyak dapatkan rizqi, duitnya numpuk, Rasul tidak minta itu, Rasul minta thoyyiban,
yang thoyyib, yang halal, yang baik dan itu yang seharusnya kita pinta.
Dan yang ketiga, subhanalloh…
sudah dapat ilmu, dapat rizqi, apa yang harus diminta?
Rasul memohon
kepada Allah, wa ‘amalan mutaqobbala, dan ini, amal yang diterima. Amal yang
diterima adalah buah dari ilmu kita, orang yang dapat ilmu tapi ngak diamalkan,
ngak ada faedahnya buat dia.
Dan kita juga meminta
pertolongan kepada Allah dalam do’a ini, supaya kita dibantu bisa beramal. Karna yang dapat
membantu kita cuma Allah SWT. Maka cobalah, setiap hari kita mengamalkan do’a ini, pagi dan sore, Allohumma
inni asaluka ‘ilman nafia’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqob bala.
Ada satu ilmu, tentang sebuah
surat yang paling agung, yang paling mulia yang berada didalam Al Qur’anul
karim.
Al Qur’anul karim, terdiri dari berapa surat?
114 surat,
yang paling mulia diantara 114
surat ini adalah?
Suratul Fatihah,
Dia yang disebut Al Kafiyah,
dia yang disebut yang mencukupi. Orang shalat, Allahu akbar,
dia baca Al Baqarah sampai Annas, terus ruku’, syah sholatnya?
Bayangkan, yang dibaca itu 113
surat, baca alif lam mim sampai sebelum subuh dia baca qul a’udzu birob bin
nas, malikin nas, ilahin nas, min syarril waswasil khon nas, alladzi
yuwas wisufi sudhu rinnas, minal jinnati wan nas. Syah ngak sholatnya? Baca
113 surat jama’ah. Kenapa? Karna ini satu surat yang disebut Al Kafiyah yang
disebut mencukupi itu ngak dibaca. La sholata liman lamyaqro’ bi fatihatil
kitab, ngak syah sholatnya, orang yang ngak baca Al Fatihah.
Ada apa dengan surat Al
Fatihah ini?
Al Fatihah juga disebut As
Syafiyah, yang dapat menyembuhkan. Bagaiman kisah Abdullah bin
Mas’ud, dia meruqyah itu pemimpin satu suku yang disengat ular atau
kalajengking, di ruqyah dengan Al Fatihah sembuh. Dan kita jika dengar satu
keutamaan dari Rosul SAW kita amalkan. Anak kita sakit, kakinya sakit ya Allah.. bacain Al
Fatihah, bismillahi rokhmanirrokhim, Alhamdulillah... mudah-mudahan sembuh.
Anaknya sakit ribut mau kedokter dulu, ya… kedokter tafadhol. Tapi yang
bisa kita lakukan kita amalkan. Mudah-mudahan Alloh sembuhkan dengan Al Fatihah
itu. Dan itu surat yang paling utama sebagaiman disebutkan dalam hadits-hadits
bukhori muslim.
Coba kita lihat, Abu Hurairah radhiallahu ta’ala
anhu, dia meriwayatkan dari Rasul SAW. Kolallohu ta’ala, Nabi mengatakan Allah berfirman,
dalam hadits riwayat muslim, hadits ini disebut hadits?
Hadits yang diriwayatkan dari
nabi, nabi meriwayatkan dari Allah disebut hadits?
Qutsi.
Kolallohu ta’ala, Alloh berfirman, kata Rasul, wasamtus sholata baini wa bainal abdi au
baina abdinis bain,
kata Allah, aku bagi
shalat ini antara aku dan hambaku dua bagian, maksudnya shalat disini
adalah surat Al Fatihah itu, fa idzaqola abdi alhamdulillahirobbil ‘alamin,
apabila hambaKu mengatakan alhamdulillahirobbil ‘alamin maka Alloh
berkata hamidani abdi, hambaKu memujiKu, kata Allah. Ia, waidza
qola, arrokhma nirrokhim, apabila hambaKu mengatakan arrokhma nirrokhim,
Alloh mengatakan atsna ‘alayya abdi, hambaKu memujaKu, dia sebut
nama-namaKu. Wa idzaqola, maliki yaumiddin, apa bila hambaku
mengatakan maliki yaumiddin, pemiliknya hari pembalasan, rajanya hari
pembalasan, Allah mengatakan majjadani abdi, hambaKu mengagungkanKu, ia memuji,
memuja dan mengagungkanKu, wa idza qola, iyyakana’budu wa iyyakanas
ta’in, hadza baini wa baina abdi, wali abdi masa al, ini
antara Aku dengan hambaKu.
Disini bagiannya, tiga ayat
pertama itu adalah untuk Allah SWT yang isinya pujian, pujaan dan pengagungan Allah SWT. Dan
setelah itu permohonan hamba. Hamba mengatakan iyya kana’bud wa iyya kanas
ta’in, hadza baini wa baina abdinih, separuhnya punya hambaku
separuhnya punya Aku, kepadaMu kita beribadah. Ingat, setiap sholat kita itu berdialog dengan
Allah, kita mengatakan iyya kana’bud ya Allah.. kepadaMu
ya Allah, bukan kepada yang lainnya kami beribadah, wa iyyakanasta’in, dan
separuhnya iyya kanasta’in kami mohon ampunan hanya kepadaMu, kepadaMu
kami hanya memohon pertolongan dan bantuan. Kemudian ihdinash shiritol
mustaqim, ini yang milik kita, ya Allah tunjukan kepada kami jalan
yang lurus, ya jalan yang lurus ini salah satunya dengan belajar, dengan kita
mengetahui.
Kita memohon kepada Allah ihdinash
shirothol mustaqim, supaya kita tetap berada diatas hidayah Allah, diatas
agama Allah ini, sampai kita mati. Karna kita tidak tahu, bagaimana tatkala malakul
maut, ketika malaikat pencabut nyawa itu datang mencabut nyawa kita apakah
tatkala itu kita masih dapat mengatakan laa illahaillalloh ngak tau
kita, maka seorang mu’min tetap dalam do’anya dia memohon kepada Allah SWT.
Ihdinash shirotol mustaqim,
sirotol ladzina an amta alihim
ya.. jalan yang lurus,
jalannya siapa?
Jalannya orang-orang yang
engkau beri ni’mat Allah, ghoiril maghdhubi ‘alaihim wa ladh dhollin, bukan jalannya
orang-orang yang dimurkai Allah, siapa orang ini yang dimurkai Allah?
Yang dimurkai Allah adalah
orang yang mengetahui kebenaran kemudian dia tidak mengamalkannya, dan dalam
ayat ini para ulama’ sebagaimana menafsirkan adalah orang-orang yahudi,
orang-orang yahudi tau dengan kebenaran, dia tau akan keluarnya seorang Nabi
dari kota mekkah dan tempat hijrahnya kota madinah, mereka tau, tapi mereka
tidak beriman. wa ladh dhollin, dan kita juga memohon kepada Allah ditunjukin
jalan yang lurus, bukan jalannya orang yang dimurkai dan bukan jalannya
orang-orang yang tersesat, orang tersesat itu yang tidak tahu, tidak punya ilmu, ya dia
pikirnya bener ya dia jalan terus.
Maka ingat, usahakan kita dari
surat Al Fatihah ini kita menghayatinya tatkala kita shalat, tatkala
kita mengatakan iyya kana’bud, ternyata kita bisa langsung minta sama
Allah, siapapun orangnya, apapun kedudukannya, bagaimana pangkatnya, kalau dia
mau ada perlu sama Allah dia bisa mengatakan, ya Allah!
Dia bisa ambil wudhu, dia bisa
menghadap ke kiblat mengatakan iyya kana’bud wa iyyakanas ta’in, kepadaMu kami
beribadah ya Allah, dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan, tidak kepada
siapa-siapa.
Dan in sya allah segala problematika yang kita hadapi akan selesai. Rasul, jika ada masalah
kemana?
A’isa menyatakan idza
hadzabahu amrun laji’a ila sholah, enggak lari kerumah temannya, ngak lari
kerumah… yah mungkin orang-orang yang berpangkat, dia laji’a ila sholah, dia
berangkat mengadukan permasalahannya kepada pencipta langit dan bumi. Kepada
Alloh jalla jalaluh yang kalau dia akan menyelesaikan masalah hamba,
hanya berucap! Kun fayakun.
Maka seharusnya tatkala
problematika menghadang jalan kita, di keluarga kita, dikerjaan kita, laji’a
ila sholah, shalat lah. Adukan sama Allah apa yang akan kita adukan. Dan Allah itu tidak pernah bosan di
adui, tidak pernah bosan mendengar rintihan hambanya, bahkan Allah suka
kepada orang-orang yang suka merintih kepadanya. Allah
mengatakan, ud’uni astajib lakum, minta sama Aku, kata Allah, aku jawab
kalian.
Maka ingat, dalam surat Al
Fatihah ini mengandung banyak sekali faedah. Kita sudah bertahun-tahun
membacanya, tapi kita teruslah diulang, dibaca tafsirnya, dimaknai,
dihayati, direnungi, in sya Allah, Allah jalla
jalaluh akan menerima shalat kita.
Karna kata Rasul SAW.
Dalam hadits riwayat tabroni, wa syeikh Hasan Al Bani Rasul
mengatakan,
inna rojula la yusholli
sholata sittina sanah walam tukballahu sholah,
ada orang yang sholat selama
60 tahun tapi sholatnya ngak ada yang diterima,
la ilaha illallah… kita harus tahu, seorang mu’min itu sebagaimana kata Hasan Al Basri bainal
ihsan wa makhoffah, dia berbuat baik sudah sama Allah tapi dia
takut ngak diterima, dan itulah seorang mu’min.
Adapun orang munafiq mengumpulkan antara isa’a wa amman, dia merasa
amanlah gampang itu dosa, saya sudah sholat !
subhanallah… kita takut shalat kita ngak diterima, dan Rasul menyebutkan dalam hadits
Tabroni itu, sholat 60 tahun, rukuk, sujud, wudhu, Allohuakbar…
ada apa sama orang ini.
Rasul
mengatakan yutimmu ruku’ahu wa la yutimmu sujudahu, ruku’nya sempurna, sujudnya
ngak sempurna, sujudnya sempurna, ruku’nya ngak sempurna, jadi sholatnya belum
bener. Maka mudah-mudahan kita dikasih ilmu yang bermanfaat pada kesempatan
ini, keluar dari sini mudah-mudahan kita bisa mengamalkan, dan pulang sampai
rumah mudah-mudahan dapat rizqi yang thoyyib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar