Kursor Blog

Rabu, 11 Februari 2015

Cerita di Balik Lagu Ketika Tangan Dan Kaki Berkata

Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana…
Tangan kami…
Kaki kami…
Mulut kami…
Mata hati kami…

Luruskanlah…
Kukuhkanlah…
Di jalan cahaya….
sempurna


Teringat tema kultum dari "mas kharis makmun" ba'da shalat dhuhur beberapa waktu yang lalu.
kisah tentang lagu Chrisye - Ketika Tangan Dan Kaki Berkata
Saya mulai mendengarkan lagu itu..
Subhanallah...
belum lama mendengarkan syair lagu itu, terasa langsung menyentuh hati..
tak sadar air mata mengalir begitu saja..
saya putar ulang beberapa kali.., tetap saja air mata ini selalu mengalir mendengar tiap syairnya..

penasaran..
saya coba browsing ada cerita apa dibalik lagu ini..
dan saya dapatkan artikelnya...


Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON:

Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah.

Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai.” Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.

Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye–Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:

Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.

“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.

Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.

Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.

Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.

###

Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. “Kenapa Bang, kurang?” Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.

Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. “Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ’kan?”

Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.

###

Pada subuh hari Jum’at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 film. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin. #

Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye

Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana…
Tangan kami…
Kaki kami…
Mulut kami…
Mata hati kami…

Luruskanlah…
Kukuhkanlah…
Di jalan cahaya….
sempurna

Lagu tersebut mengalun pelan menemani malam ini, saat saya tulis ini

Ya Allah,
semoga Engkau masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang menjaga hidayah ini,
sehingga kelak saat tangan dan kaki kami berkata di hari penghisaban, kesaksiannya menambah berat timbangan amal baik kami, amiin.

Sabtu, 07 Februari 2015

Pelajaran dari Kuntilanak

Pernah liat kuntilanak?,
kata orang kuntilanak itu pakaiannya putih-putih, kemudian rambutnya panjang, wajahnya menyeramkan.

Di Masyarakat kuntilanak sangat terkenal dengan yang namanya kuntianak itu karena itu sangat menyeramkan.
Tapi sebenarnya jika kita pikirkan cobalah kita ingat sejenak, masyarakat menggambarkan bahwa sosok kuntilanak itu berpakaian putih-putih, panjang, berambut panjang.

Tapi jika kita pikir pikir ternyata kuntilanak itu pakainnya lebih rapih dari wanita-wanita sekarang. Kuntilanak itu ternyata lebih tau sopan santun daripada wanita-wanita sekarang. Coba kita lihat wanita sekarang memakai pakaian yang serba terlihat auratnya, pakai celana pendek, baju ketat, memperlihatkan dadanya, memperlihatkan lekak lekuk tubuhnya, bahkan celana yang sempit dipakai juga, demi untuk apa???
Untuk memperlihatkan Keindahan Tubuhnya.
Subhannallah...

Sebenarnya fenomena ini yang diinginkan oleh syetan.
Syetan ingin agar wanita itu keluar dari rumah-rumah mereka untuk memperlihatkan aurat-aurat mereka.
Mengapa Iblis sangat  ingin supaya Nabi Adam dan Hawa memakan buah yang di haramkan???
Jawabannya adalah agar aurat mereka berdua terbuka.

Ternyata tujuan syetan adalah agar para wanita terlihat aurat-aurat mereka.

Pernah beli ayam?
Untuk melihat Paha ayam yang mulus tanpa bulu, sepertinya lebih sulit, kita harus beli, kemudian kita harus mencabuti bulunya satu-satu, baru kita lihat paha ayam yang mulus itu.
Mahal tentunya...

Tapi untuk melihat Paha wanita yang mulus terkadang murah sekali, di jalan-jalan para wanita memperlihatkan pahanya tanpa merasa berdosa sama sekali.
Subhannallah...

Rasulallah SAW bersabda: “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat : Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan, Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”
(HR. Muslim no. 2128)

Berpakaian tapi telanjang...
maksudnya apa?
Berpakaian tapi sangking sempitnya sehingga terlihat bentuk-bentuk tubuhnya berpakaian tp sangking tipisnya sehingga terlihat bagian tubuhnya, bagian dalam tubuhnya...
Subhannallah...
Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari jarak 40 tahun lamanya..


Tapi gernyata Iblis menjadikan membuka aurat itu sesuatu yang indah, katanya itu modern, katanya itu kemajuan, katanya itu menyesuaikan zaman.
Subhannallah...
Kalau ternyata modern dengan cara membuka aurat, mungkin wanita yang ada di pedalaman Kalimantan atau Papua, yang mereka lebih memperlihatkan auratnya lebih modern, mereka yang ada di zaman dahulu, yang tidak berpakaian bahkan bugil mungkin itu lebih modern. Tapi ternyata kenyataannya itu kembali kepada Zaman Jahiliyah.


Allah ingin memuliakan para wanita, diperintahkan oleh Allah agar wanita menutup auratnya.
Mengapa ?
Karena tubuh wanita begitu sangat indah, ia tidak boleh dipandang oleh setiap laki-laki, ia tidak boleh dinikmati oleh setiap laki-laki, ia begitu mahal, ia begitu istimewa. Maka diperintahkan oleh Allah agar tubuhnya ditutup.


Ada seorang barat yang kafir bertanya kepada pemuda muslim.
“Mengapa dalam agama kalian wanita diperintahkan menutup aurat?”
“Mengapa wanita tidak boleh membuka auratnya?

Maka si pemuda muslim ini mengambil 2 (dua) permen, yang satu permen itu dibuka, yang 1 (satu) lagi masih tertutup, lalu dibuang kedua permen itu. Pemuda itu berkata:
“Lihat, sekarang permen itu sudah dilemparkan ke tanah, sekarang mana yang anda mau ambil, yang sudah terbuka atau yang masih tertutup?”.

Ternyata si orang barat itu berkata: “tentu saya menginginkan permen yang masih tertutup”.

“Begitu juga dengan agama kami, kami menginginkan para wanita itu terjaga dengan rapihnya, sehingga pada waktu itu mereka dapat menjaga diri dan tidak merusak hati para pemudanya. Tapi lihat, disuatu tempat dimana para wanita memperlihatkan aurat-auratnya, maka hati para pemudapun tak lepas dari syahwat, kerusakan moral dan pergaulan lainnya yang menghancurkan, sehingga akhirnya tersebarlah berbagai macam penyakit karena berzina.


Karenanya wahai para wanita, janganlah kalian suka dimisalkan sebagai bunga, bunga bisa dilihat oleh setiap manusia, bunga bisa didatangi oleh setiap kumbang yang datang padanya. Tapi wahai wanita bukankah kalian seharusnya lebih suka di ibaratkan sebagai Mutiara yang berada didalam kerang. Ia berada di dasar lautan sana, tak setiap laki-laki yang mampu menggapainya, harganya sangat mahal sekali. Tapi ia tertutup didalam kerang yang sangat rapi sekali, orang berlomba-lomba untuk mendapatkannya, karena ia tahu itu sangat mahal sekali, maka jadilah Wahai Wanita Kalian Seperti itu, Bagaikan Mutiara yang tersimpan dalam Kerang, Semakin ia tertutup semakin ia berada di kejauhan di dasar laut sana, semakin nilainya semakin berharga dihadapan manusia. Tapi liat bunga semua orang bisa mencicipinya, semua kumbang bisa mendatanginya. Sehingga ia akan segera layu.

Islam datang untuk memerintahkan agar para wanita tersebut untuk menjaga kehormatannya dan agar tidak memperlihatkan aurat-aurat mereka.

Allah berfirman :
“Wahai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah utk dikenal, karena itu mereka tak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Maka apakah engkau wahai wanita hendak menjual kehormatanmu hanya untuk mencapai dunia?
janganlah hanya karena sedikit dari kehidupan dunia, yang akhirnya engkau gadaikan auratmu, kau gadaikan agamamu..
Tapi jadilah wanita yang cita-citanya begitu tinggi, menjadi bidadari-bidadari surga, yang begitu mulya menjadi para penghuni syurga.
Semoga Allah SWT, menjaga para wanita, menjaga para akhwat agar mereka diberi kekuatan untuk menjaga auratnya, dan diberikan hati yang bertaqwa kepada Allah SWT.
Aamiin ya rabbal alamin

Jumat, 06 Februari 2015

Nabi Anak Yatim - Raihan

Muhammad
Muhammad
Muhammad Musthofa

Ibunya bernama Aminah
Ayahnya bernama Abdullah
Dilahirkan di Mekkah Mukaromah
Ibu susunya Halimatus Sa`diah

Ayahnya meninggal dunia
Ketika Nabi di dalam kandungan
Alangkah sedih pilunya
Ibunya menjaga bayinya

Semasa di dalam perjalanan
Pulang dari makam suaminya
Aminah jatuh sakit di 'Abwa
Kembali ke alam baka

Tinggallah Nabi seorang diri
Hilang insan yang dikasihi
Tinggallah Nabi seorang diri
Mengajarnya hidup berdikari

Anak yatim anak yang mulia
Dilindungi Allah setiap masa

Terpadam api biara majusi
Runtuhlah istana Kisra Parsi
Mekkah diterangi cahya putih
Tanda lahir Nabi anak yatim


Anak yatim anak yang mulia
Dilindungi Allah setiap masa


Shalallahu 'alaa Muhammad
Shalallahu 'alaaihi wassalam

Hidupnya yatim, yatim piatu
Tiada ayah tiada ibu
Hidupnya yatim, yatim piatu
Namun dialah manusia agung

Sedekah - Opick

 
 
alangkah indah
orang bersedekah
dekat dengan Allah
dekat dengan surga

takkan berkurang
harta yang bersedekah
akan bertambah
akan bertambah

Allah Maha Kaya
yang Maha Pemurah
yang akan mengganti
dan membalasnya
Allah Maha Kuasa
yang Maha Perkasa
semoga kan membalas surga

oh indahnya
saling berbagi
saling memberi
karna Allah

oh indahnya
saling menjaga
saling mengasihi
karna Allah

Khusnul Khatimah - Opick

terangkanlah.. terangkanlah..
jiwa yang berkabut langkah penuh dosa
bila masa tlah tiada
kereta kencana datang tiba-tiba

airmata dalam luka tak merubah ceritanya
hanya hening dan berjuta tanya
dalam resah dalam pasrah

terangkanlah.. terangkanlah..
hati yang mengeluh saat hilang arah
detik waktu yang memburu
detik yang tak pernah kembali padaMu

terangilah.. terangilah..
bimbing kami dalam langkah
ampunilah.. maafkanlah..
dosa hidup sebelum di akhir masa

ya Allah biha ya Allah biha
ya Allah bi khusnul khotimah
ya Allah biha ya Allah biha
ya Allah bi khusnul khotimah

Bila Waktu Telah Berakhir - Opick



Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yg sementara
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
Meninggalkan dirimu

Bagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masihkah ada jalan bagimu untuk kembali
Mengulangkan masa lalu

Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yg ada akan
Kembali padaNya

Bila waktu tlah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi

Selasa, 03 Februari 2015

Cara Bershalawat Kepada Rasulullah SAW

Diriwayatkan dari Ka’b bin Ujrah: 
seseorang berkata, “ya Rasulullah! kami telah mengetahui bagaimana memberi salam kepadamu, tetapi bagaimanakah cara memberi shalawat kepadamu?” 
Nabi Saw bersabda, “Katakan: Ya Allah berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia. ya Allah berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau berikan berkah kepada keluarga Ibrahim. sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia”. 
(Allahumma shalli ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa shalaita ‘ala aali ibrahim, innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala aali ibrahim, innaka hamiidum majiid.) 
[HR Bukhari]