Kursor Blog

Senin, 26 Januari 2015

Lebih Utama Jalan Kaki



Dahulu...
Bapak dan kakek kita sehat dan kuat.
Terbiasa jalan kaki kemana saja..
Ke pasar, ladang, rumah kawan, juga ke masjid.. 
Sekarang... 
Masjid jarak dekat pun, para lelaki kita enggan jalan.
Mereka berkendara seakan tak kuat lagi melangkah.. 


Langkah Bermakna
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
 ..لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ “

...tidaklah ia keluar rumah melainkan untuk shalat berjamaah.

Maka tiada satu langkah pun darinya melainkan akan dinaikkan satu derajat dan dihapuskan satu kesalahan.." (HR. al-Bukhari: 131, Muslim: 649)
Kedua langkah kakinya berganjar kebajikan dan menghapus dosa keburukan.

Shalat Jum;at Jalan
Nabi shallallahu 'alahi wasallam bersabda,

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا 

“Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, bersegera dan bergegas (menuju masjid), berjalan kaki dan tidak berkendara.. Mendekat kepada imam, menyimak khutbah, dan tidak berbuat sia-sia.. Maka setiap langkahnya akan setara ganjaran pahala puasa dan shalat malam dalam setahun...” 
(Shahih; HR. Abu Dawud: 1077, an-Nasa'I: 1364, Ahmad: 15585, Shahihul Jami’: 6405 al-Albani)

Bagi lelaki sehat, bila tiada halangan mari jalan kaki ke masjid..
Bagi wanita yang sayang suami dan putra, ingatkan pahala yang ada.
Berkendara tidak dilarang, namun ada keutamaan yang hilang..

Tidak ada komentar: